Santri MI Al-Wathoniyyah 02 Antusias ikuti Karnaval Hari Santri Tingkat Kecamatan

Semarang, MI Al-Wathoniyyah 02 antusias menyemarakkan Karnaval Hari Santri Nasional Tahun 2022 yang diadakan di tingkat kecamatan Pedurungan dan Gayamsari. Sebanyak 2.000 lebih santri Madrasah Ibtidaiyyah Kecamatan Pedurungan dan Gayamsari mengikuti acara karnaval yang diselenggarakan KKM MI tingkat Kecamatan dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2022, Sabtu, (22/10).
Dalam pantauan media, para peserta karnaval beerjalan beriringan dari MI Kalimatulloh Kelurahan Muktiharjo Kidul dan Finish di Gerbang MI Darussaadah Utara sebelah Masjid Pondok Pesantren Darussaadah.
Acara Karvanal Santri ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, didampingi Kasi Dikmad serta Camat Pedurungan, Ketua Tanfidziyah dan Syuriyah MWCNU Pedurungan.
Kiyai Nur Choliq sebagai ketua panitia karnaval mengatakan, “selepas dibuka, para peserta berjalan dengan penuh semangat menyusuri jalan raya dengan meneriakkan yel-yel dan nyanyian hari santri yang dikawal ketat pihak keamanan, Banser MWCNU Kec. Pedurungan”.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari panitia pendataan, tercatat ada sekitar dua ribu lebih santri dari berbagai madrasah ibtidaiyyah yang mengikuti dan memeriahkan karnaval HSN 2022 ini. “Rinciannya yaitu 2000 lebih santri, terdiri atas 14 lembaga pendidikan di KKM Kecamatan Pedurungan dan Gayamsari serta dimeriahkan 5 Marcing Band,” terangnya”.

Shidiq salah satu panitia penyelenggara menyampaikan bahwa “HSN  yang telah ditetapkan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, bahwa setiap tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan tersebut merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad NU” yang berisi fatwa kewajiban berjihad membela dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.  Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahunnya rutin digelar peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Untuk tahun 2022 ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”.
“Tema tersebut bermakna bahwa santri dalam sejarahnya selalu terlibat aktif di setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia berkhidmat untuk agama, bangsa dan negara.” Terang Atiya Salwa.

Back to top button