beritafoto

Penutupan MATSAMA MI Al-Wathoniyyah 02 Kota Semarang T.P 2021-2022

Berita / Oleh Kantor MI Al-Wathoniyyah 02 Kota Semarang / 17 Juli 2021

Semarang, 17 Juli 2021 Madrasah Ibtidaiyah Al-Wathoniyyah 02 Kota Semarang melaksanakan kegiatan Penutupan MATSAMA ( Masa Ta’aruf siswa Madrasah). Kegiatan ini bertujuan mensukseskan Program Panitia PPDB Madrasah dan sarana komunikasi antara wali kelas, orang tua dan peserta didik, sekaligus sebagai penyemangat siswa masuk pertama sebagai siswa kelas 1 tahun pelajaran 2021/2022 di MI Al-Wathoniyyah 02 kota semarang. Peserta yang ikut dalam kegiatan adalah semua guru dan karyawan MI Al-Wathoniyyah 02 kota semarang dan orangtua siswa serta siswa kelas 1.

Shidiq Purnomo sebagai Kepala MI Al-Wathoniyyah 02 Kota semarang menyampaikan menerima 1 kelas saja karena keterbatasan ruang kelas dan masih dalam proses pembangunan gedung baru, sehingga semuanya berjumlah 37 siswa di terima sebagai siswa kelas 1 tahun pelajaran 2021/2022 melalui pendaftaran online dan offline.

Kami mengucapankan terima kasih kepada orang tua siswa telah memberikan amanah kepada madrasah untuk mendidik putra/putrinya. Beliau mengenalkan Ibu Masruroh sebagai wali kelas 1. Dalam sambutannya Proses belajar mengajar sesuai Edaran resmi PPKM Jawa-bali masih di lakukan secara Daring(dalam jaringan)/ Luring (luar jaringan). “Tak lupa beliau memotivasi siwa/i untuk senantiasa semangat belajar dan mengingatkan harus menjaga prokes 5 M serta selalu ikhtiar do’a kepada Allah swt semoga pandemi segera berlalu.” terang Shidiq Purnomo.

Masruroh menyampaikan “Matsama tahun pelajaran 2021/202 menjadi tahun ke dua pelaksanaan secara tatap muka 1x selama pandemi covid-19. Pada kegiatan matsama tahun ini di lakukan 3 hari yaitu tanggal 15-17 juli 2021 melalui group Wali Kelas 1. Pada hari ini siswa diajak mengenal guru dan lingkungan madrasah melalui link Website dan di tayangan youtube chanel MI Al-Wathoniyyah 02 Kota Semarang. Hal ini untuk memudahkan orangtua siswa yang berhalangan mengikuti secara online”.

Matsama akan di isi kegiatan pendidikan karakter dan modernisasi beragama oleh wali kelas masing masing. Hari terakhir yaitu Sabtu,17 Juli 2021 wali kelas akan menjelaskan model belajar daring/luring pada siswa yang di dampingi oleh orangtua. pada kegiatan kesempatan terakhir penayangan video pengenalan lingkungan madrasah dan guru kelas yang mengampu di setiap kelas.

Pada kesempatan yang sama wali murid 1 Nur Zahrotul Habibah menyampaikan kesan Selaku wali murid kls 1 “saya berharap kpd Madrasah khususnya Ibu / Bpk Guru Wali kelas 1 agar kita sama 2 Aktif dlm proses Belajar, walau sekarang masa Pandemi . Kalau bisa tlong di usahakan ada tatap muka walau tidak full 1 minggu, kalaupun daring mohon diberikan tugas kepada Siswa secara aktif. Karena siswa kls 1 merupakan siswa pemula dlm bljr menulis & membaca khususnya. Kalo Ibu Guru Aktif memberikan tugas Insya’Allah anak-anak di rumah juga masih mau belajar dan dengan Adanya tugas secara aktif, orang tua di rumah juga akan aktif untuk mendampingi putra / putrinya dlm bljr di rumah 🙏🙏 dan alhamdulillah masa ta’aruf siswa/siswi madrasah berjalan lancar,kami sebagai wali murid dan anak dapat  berkenalan degan guru2 pendamping & kepala sekolah madrasah serta dapat melihat lingkungan sekolahan yg baru bagi anak kami.” Serupa dengan ibu dari Galang Tito Ramadhani menyampaikan ,“ meski hanya dapat bertemu tatap muka secara terbatas, setidaknya anak saya bisa mengetahui lingkungan madrasah, mengenal bapak ibu guru serta teman-temannya. Dalam kesempatan yang sama Puji Lestari orangtua dari siswa kelas 1 Azka Islami Maarif, meskipun baru bisa bergabung denga group Wali Kelas 1 tetapi bersyukur akan melihat link Website MI Al-Wathoniyyah 02 dan menonton Matsama Guru dan Karyawan di chanel youtube MI Al-Wathoniyyah 02 Kota semarang.

Besar harapan orangtua dari wali murid 1 Nur Zahrotul Habibah, “Kami selaku orang tua wali murid berharap dan berdoa semoga dlm proses pembelajaran yg baru ini tidak hanya sekedar lewat daring saja,,semoga pembelajaran tatap muka secara langsung bisa segera terlaksana untuk memupuk semangat anak-anak dalam belajar yg sebagaimana mestinya,kami sebagai orang tua semakin takut dengan keadaan generasi muda saat ini yg terlalu lama kurang terdidik secara maksimal,tetap saja butuh seorang guru pembimbing selain dari orang tuanya sendiri”.harap Habibah (sdq/ms).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button